Virus Corona Merusak Antibodi Manusia Sehingga Rentan Terjangkit Covid-19 Kembali

Virus Corona Merusak Antibodi

Virus Corona merusak antibodi kini mulai menjadi keyakinan kuat bagi sebagian besar peneliti maupun ilmuwan dari dalam serta luar negeri. Level ketahanan tubuh orang yang pernah terserang virus Corona menjadi kacau balau sehingga resiko terjangkit Covid-19 kembali meningkat dua kali lipat.

Sistem antibodi merupakan unsur terpenting dalam rangka membentuk benteng yang membuat kita kebal dari serbuan virus menuju sel pada organ. Imperial College London membentuk tim khusus yang tugasnya mencari jawaban atas riset dan mereka mendapati bahwa 25% antibodi pada pasien positif Covid kini menjadi rusak.

Virus Corona Merusak Antibodi Manusia Sehingga Rentan Terjangkit Covid-19 Kembali

Hingga kini belum dapat kita ketahui penyebab pasti mengapa fenomena ini bisa terjadi, namun hasilnya menunjukkan bahwa mantan pasien Covid rentan terjangkit kembali. Berita ini cukup akurat, pasalnya sampel telah diambil dari tiga ratus ribu orang asal Inggris dengan tingkat kepercayaan senilai lebih dari sembilan puluh persen.

Berdasarkan sesi pertama uji coba tes selama bulan Juni, enam puluh dari seratus jiwa terdeteksi bahwa antibodinya sedang aktif. Dengan kata lain, turunnya antibodi pada sejumlah volunteer tersebut cukup mengkhawatirkan karena melebihi satu bagian dari empat total keseluruhan sampel sepanjang musim panas menuju musim gugur.

Penurunan antibodi bergerak cepat dan drastis dalam tempo waktu terbilang singkat yaitu sekitar tiga bulan sepanjang masa penelitian. Yang paling merasakan dampaknya adalah kelompok usia lanjut di atas enam puluh lima tahun jika membandingkannya terhadap generasi milenial khususnya ketika dia terbukti bebas Covid.

Virus Corona Merusak Antibodi Apabila Menyerang Dengan Pola Random

Menariknya, para peneliti juga menemukan bahwasanya petugas yang spesial diberi mandat untuk mengurusi pasien Covid menunjukkan hasil berbeda. Entah mengapa, tenaga medis khusus penanganan Covid memiliki resistensi antibodi yang terhitung masih sangat baik dan tidak meningkatkan resiko tertular Covid.

Sejumlah ilmuwan kurang puas dengan jawaban menggantung sehingga mereka mencoba meneliti lebih lanjut terhadap sampel dari tenaga medis ini. Kesimpulan sementara yaitu bisa jadi tubuh mereka beradaptasi karena terlalu sering terpapar virus Covid hingga menjadi rutinitas sehari – hari.

Virus Corona Merusak Antibodi Apabila Menyerang Dengan Pola Random

Antibodi bekerja secara beramai – ramai dalam sekali tugas, ia menutupi permukaan virus supaya pergerakannya menjadi terhambat. Apabila virus Corona merusak antibodi, maka ia akan memanggil pasukan lainnya untuk mengepung sekujur tubuhnya hingga akhirnya kehabisan waktu untuk menyerap nutrisi lalu mati.

Dari laboratorium, ilmuwan memberikan peringatan bahwasanya antibodi bersifat membaca situasi terhadap penyusup yang ingin menjebol sistem pertahanan kita. Memang antibodi itu menurun intensitas pergerakannya, namun mereka masih berfungsi sebagaimana mestinya dan sudah bekerja dengan cukup baik dalam hal melindungi.

Penelitian ini hanya ingin menunjukan bahwa kekebalan tubuh manusia terhadap Covid-19 berhubungan dengan menurunnya aktifitas antibodi. Tugas kita adalah meningkatkan kewaspadaan apabila terindikasi sedang mengalami penurunan antibodi sehingga bisa segera mencari solusi alternatif dalam menjaga kekebalan. Ibarat kata seperti mantan penjajah kita mencoba menemukan solusi supaya bisa menebus kesalahannya yaitu Belanda memberi ganti rugi terhadap korban pembantaian tahun 45 lalu.

Kekebalan Tubuh Prima Tidak Berarti Kita Bebas Covid Selamanya

Perkara virus Corona merusak antibodi, itu sebenarnya merupakan insting alamiah virus dalam rangka mempertahankan populasinya di muka bumi. Sesungguhnya kita semua seringkali terpapar Corona, hanya saja ia merupakan jenis berbeda yang tidak sanggup membunuh dengan evolusi kesehatan pada manusia modern.

Gejala kita terkena virus Corona umum yaitu mengidap flu seperti biasa, lalu akan terserang kembali sekitar 6 bulan hingga satu tahun kemudian. Semua pihak terkait masalah medis bagi kemaslahatan umat manusia kini hanya bisa berharap semoga infeksi Corona kali kedua nantinya akan jauh lebih ringan daripada gejala perdananya.

Kekebalan Tubuh Prima Tidak Berarti Kita Bebas Covid Karena Virus Corona Merusak Antibodi

Pasalnya, tubuh kita mempunyai semacam rekaman memori terkait sepak terjangnya dalam membasmi virus beberapa waktu lalu. Oleh sebab itu, antibodi bekerja sama dengan divisi lainnya dalam tubuh sudah terlatih dalam menangani invasi makhluk asing seperti virus Corona.

Bagaimanapun, peneliti mengatakan disclaimer bahwasanya hasil temuan ini janganlah menjadi dasar penolakan terhadap pembuatan vaksin. Harapan umat manusia masih besar terhadap keberadaan vaksin yang nantinya pasti lebih manjur daripada sekedar mengandalkan kekebalan tubuh semata.