Pencopotan Baliho Rizieq Shihab Dugaan Politik Adu Domba

Kasus pencopotan baliho Rizieq Shihab yang dilakukan di Bekasi, Jawa Barat itu membuat banyak spekulasi yang bermunculan. Mulai dari aksi kecurangan politik hingga orang-orang tertentu yang tidak menyukainya mewarnai semua surat kabar dan juga media lokal yang ada di Indonesia.

Siapa yang tidak mengenal Habib yang satu ini, yang adalah ketua dari perhimpunan dan kelompok Islam terbesar di tanah air. Ia adalah ketua dari perhimpunan dan oraganisasi umat Islam di Indonesia yaitu FPI. Perannya sebagai ketua organisasi keagamaan seperti itu, banyak yang menyukainya dan tidak jarang juga banyak yang tidak menyukai dirinya.

Pencabutan baliho Rizieq pun banyak sekali menjadi sorotan di media lokal Indonesia, dan surat kabar nasional. Ada yang mengaitkan jika pencopotan tersebut merupakan sebuah aksi adu domba dalam duni politik. Baliho yang di copot oleh pihak TNI tersebut di sangkut pautkan dengan masalah yang sedang di sandungnya dengan Presiden Joko Widodo. Perselihan yang terjadi antara Imam besar FPI dengan Presiden RI tersebut terjadi karena unsur politik juga. Yang mana perbedaan pendapat antara kedua belah pihak membuat perpecahan antar kedua nya.

Dugaan Pencopotan Baliho Rizieq Shihab

Dugaan demi dugaan berdatangan dari mana-mana yang menyebutkan banyak sekali unsur dan niatan tersembunyi dari dicopotnya baliho yang dillakukan di Jakarta waktu lalu tersebut. Ada banyak sekali unsur yang diduga dari pencopotan tersebut. Dari banyak nya spekulasi yang bermunculan, unsur politik adu domba menempati urutan yang banyak sekali di dapatkan. Aksi tersebut dilakukan oleh TNI, itulah yang menyebabkan FBI banyak menyinggung kinerja dari TNI.

Dugaan Pencopotan Baliho Rizieq Shihab

“Saya nggak tahu apakah tugas khusus operasi militer selain perang dalam hal penurunan spanduk itu mungkin perintah presiden secara langsung. Karena untuk operasi militer selain perang (OMPS), hanya presiden yang berwenang memerintahkan,” ungkap juru bicara FPI pada Jumat (20/11/2020).

Baca artikel lainnya: Virus Corona Merusak Antibodi Manusia Sehingga Rentan Terjangkit Covid-19 Kembali

Karena pada dasarnya tugas dari TNI bukan lah mengurusi semua baliho yang bertebaran bebas di jalanan. Namun menyikapi banyak komplain dan rasa keberatan dari pihak FPI tersebut. TNI pun lantas memberikan klarifikasi untuk hal tersebut. Dimana pihak mengatakan jika proses penurunan baliho yang melibatkan aparat TNI hanyalah sebagai kawalan untuk para Satpol PP setempat saja.

Pro Dan Kontra

Ini menjadi banyak sekali perdebatan di masyarakat Indonesia yang mana banyak sekali menyayangkan hal tersebut terjadi. Mulai dari setuju dan kebanyakan nya tidak menyetujui akan hal tersebut. Pro tentunya datang dari orang dan pihak-pihak yang tidak menyukai Rizieq Shihab. Dan yang kontra akan diturunkan nya baliho datang dari pihak yang menyukai dan mendukung habib tersebut sangat dalam.

Pro Dan Kontra

Setuju dan tidak nya masalah yang terjadi tersebut, membuat banyak sekali orang yang beranggapan jika penurunan tersebutlan yang memicu banyak sekali perpecahan. Unsur politik adu domba yang banyak dikabarkan pun semakin diperkuat dengan ikut sertanya pihak TNI dalam proses penurunan baliho. Karena banyak yang menilai jika pencopotan tersebut sebenarnya bukanlah ranah TNI untuk ikut campur dalam kegiatan tersebut.

Yang mana bisa dilihat dengan jelas jika tugas dari TNI dan Polri pada dasarnya hanya mengurus tentang berjalanan nya proses perang dan keamanan yang ada. Dan bukan lah mengurus tentang penertiban yang ada. Pro juga Kontra menjadi terus semakin memanas dimana banyak juga pemberlaan dan keterangan yang dilancarkan oleh pihak aparat TNI untuk menyampaikan keikutsertaan mereka.